Aturan Bayi Aborsi Dan Bahayanya

Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Namun kadang hal tersebut tidak diterima oleh sebagian orang, biasanya karena masalah hamil diluar nikah. Dalam artikel ini kami akan memberikan informaasi mengenai bayi aborsi.

Ada banyak faktor yang akhirnya aborsi dilakukan, selain masalah diluar pernikahan bisa juga karena faktor ekonomi dan kesehatan ibu. Di Indonesia, sebenarnya masalah aborsi sudah diatur dalam UU tentang Kesehatan tahun 2009 dan PP No 61 tahun 2014 mengenai kesehatan reproduksi. Aborsi tidak diizinkan, kecuali jika alasan kedaluratan medis janin dan bayi serta korban perkosaan.

Contohnya bayi aborsi boleh dilakukan jika ibu hamil usianya sudah terlalu tua karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kematian ibu. itupun abortus Janis dilakukan pada usia janin kurang dari 8 minggu. Aborsi juga bisa dilakukan jika ternyata janin berada di luar kandungan atau dikenal dengan istilah hamil anggur.

Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai sekilas perkembangan janin berdasarkan usianya.

Baca juga: Bahaya Bayi Aborsi bagi Janin dan Orang Tua

Aborsi Saat Usia 1-3 Bulan

Saat usia janin sudah 1-3 bulan, beberapa bagian anggota tubuhnya sudah terbentuk namun ukurannya masih sangat kecil. Di kondisi yang masih sangat rentan, janin tidak mampu melawan gangguan yang menyerang mereka. Itulah sebabnya sang ibu harus melindungi dan membiarkannya tumbuh sehat. Hindari mengaborsi bayi walau diusia kehamilan masih muda.

Aborsi Usia 3-6 Bulan

memasuki usia kehamilan 3-6 bulan kondisi janin semakin berkembang. Jika melakukan aborsi akan sangat menyakitkan. Bayangkan tangan janin saat usia ini sudah bisa menggenggam dan syarafnya sudah mampu mengantarkan impuls sehingga janin sudah bisa merasakan sakit. Di usia ini sudah sulit untuk menyedot dan menghancurkan janin.

Aborsi Usia 6-9 Bulan

Kehamilan 6-9 bulan merupakan usia kehamilan yang sudah bisa dibilang tua. Janin sudah terlihat jenis kelaminnya, guratan pada wajah sudah sangat jelas, gerakannya sudah aktif.

Tindakan bayi aborsi harus dicegah kecuali untuk beberapa hal yang sudah disebutkan di awal artikel. Mengapa tidak boleh dilakukan? aborsi tidak boleh dilakukan karena selain berdampak pada masalah kesehatan juga berdampak pada kesehatan mental, seperti: perasaan bersalah, kemarahan dan penyesalan. Selain itu beberapa kasus, pelaku aborsi terkena depresi yang parah dan berujung keinginan bunuh diri.

Melakukan bayi aborsi secara psikologis dan emosional bisa membuat wanita yang melakukannya dihinggapi rasa bersalah dan memikirkan hal yang buruk. Bahayanya aborsi bagi fisik adalah kematian mendadak yang disebabkan pendarahan yang hebat, kematian akibat pembiusan yang gagal, kematian yang lambat akibat terjadi infeksi di sekitar kandungan, kerusakan leher rahim, kangker indung telur, kanker leher rahim, kanker payudara, kanker hati, mandul, infeksi lapisan rahim dsb.

Be the first to comment on "Aturan Bayi Aborsi Dan Bahayanya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*