Bahaya Bayi Aborsi bagi Janin dan Orang Tua

Bagi sebagian besar orang tua, memiliki anak merupakan anugerah yang tidak dapat ditakar dengan suatu apapun. Bahkan tidak jarang ada keluarga yang harus menunggu dalam waktu lama dan menempuh berbagai cara agar dapat memiliki anak. Namun tidak jarang pula, ada sebagian orang tua yang tidak bahagia dengan kehadiran seorang anak, dan menyesali keberadaan janin di dalam kandungannya. Umumnya, kondisi ini dialami oleh orang yang mengalami kehamilan di luar nikah atau jenis kehamilan yang tidak diharapkan. Aborsi atau menggugurkan kandungan secara paksa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang tua yang tidak menginginkan keberadaan janin di kandungannya tersebut. Melakukan aborsi merupakan tindakan yang berbahaya. Aborsi merupakan tindakan ilegal, baik secara hukum negara maupun hukum agama. Selain melanggar hukum, aborsi juga berbahaya, baik bagi ibu yang mengandung maupun bagi janin yang dikandung. Berikut ini adalah bahaya bayi aborsi yang dapat menimpa orang tua dan janin.

Mengalami Cacat Ketika Dilahirkan

Data menunjukkan bahwa tidak semua tindakan aborsi yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga medis yang nakal sepenuhnya berhasil. Banyak sekali ditemukan kasus aborsi yang gagal. Aborsi yang gagal mengakibatkan janin di dalam kandungan itu terus tumbuh, dan bahkan berkembang sehingga siap untuk dilahirkan. Tindakan aborsi, baik melalui obat maupun tindakan kekerasan, dapat menghambat bahkan mengganggu pertumbuhan janin. Imbasnya, janin yang sudah terlanjur dilakukan aborsi namun tetap bertahan, tumbuh kembangnya tidak akan sempurna, sehingga ketika dilahirkan, bayi aborsi tersebut dalam keadaan yang tidak sempurna atau mengalami cacat. Oleh sebab itu, sebaiknya orang tua menghindari tindakan aborsi.

Menyebabkan Inveksi Rahim dan Kanker Seviks

Selain dampak yang dirasakan bayi, orang tua atau ibu hamil yang melakukan tindakan aborsi juga rentan terserang berbagai penyakit, terutama penyakit yang menyerang bagian rahim. Di antara beberapa penyakit yang dapat menjangkit ibu yang melakukan aborsi adalah inveksi rahim dan kanker serviks. Janin yang digugurkan secara paksa, biasanya masih menyisakan gumpalan darah di dalam rahim. Tidak hanya itu, sisa-sisa janin yang digugukan, terutama bagian yang sudah mengeras, umumnya akan tinggal lama di dalam rahim dan berpotensi membusuk. Hal inilah yang sangat rentan dapat menyebabkan inveksi rahim dan bahkan kanker serviks.

Selain dampak langsung yang tentu akan sangat menyiksa bayi atau janin yang dikandung, aborsi juga sangat berbahaya bagi ibu yang mengandung. Ibu yang sudah pernah melakukan aborsi janinnya tidak akan sama lagi dengan sebelum melakukan bayi aborsi, terutama jika aborsinya menggunakan bantuan peralatan seperti vacum atau peralatan bedah. Dampaknya, ibu yang pernah melakukan aborsi akan sulit untuk hamil lagi. Akhirnya, aborsi adalah sebuah tindakan pembunuhan. Hentikanlah aborsi sebab aborsi merupakan tindakan yang keji.

 

Be the first to comment on "Bahaya Bayi Aborsi bagi Janin dan Orang Tua"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*