Berbagai Obat yang Belum Tentu Tepat Bagi Balita

Berbagai Obat yang Belum Tentu Tepat Bagi Balita

Banyak orang tau yang memberikan obat ketika balita sakit. Padahal, terdapat beberapa kondisi yang bersifat umum dan bisa mereda dengan sendirinya tanpa obat. Tak hanya itu, memberi obat bebas secara sembarangan pada buah hati malam menyebabkan efek samping serta komplikasi. Kadang, karena tidak tahu atau panik, orang tua memberikan buah hatinya obat yang seharusnya diresepkan untuk orang dewasa hal ini bisa berakibat fatal pada bayi dalam kondisi tertentu.

Berbagai Obat yang Belum Tentu Tepat Bagi Balita

Sebagai panduan dan pengetahuan, terdapat beberapa obat yang tak boleh sama sekali diberikan pada balita kecuali menggunakan resep dokter, beberapa obat tersebut seperti:

Aspirin

Aspirin bisa menyebabkan Sindrom Reye, dan bisa berisiko fatal bagi buah hati. Perhatikan pula bahwa terdapat beberapa jenis obat yang memiliki kandungan aspirin dengan nama berbeda seperti acetylsalicylic acid. Obat ini bahkan sebaiknya tak diberikan sampai usia 19 tahun.

Obat yang diresepkan untuk sebuah penyakit

Setiap obat diresepkan khusus untuk kondisi tertentu serta pada individu tertentu. Hindari memberi obat yang diresepkan dokter untuk penyakit khusus anggota keluarga contohnya obat untuk kakak diberikan untuk adik, hanya karena mereka menderita penyakit yang sama.

Obat yang diperuntukkan bagi orang dewasa

Baca Juga  Cara Merawat Bayi yang Demam Tanpa Obat

Bila di kemasan obat tidak terdapat aturan konsumsi atau takaran untuk anak atau balita, obat tersebut pada dasarnya bukan diperuntukkan untuk balita. Obat khusus balita biasanya memiliki sifat lebih padat dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, hindari memberi obat dewasa walaupun dengan dosis kecil.

Selain obat-obatan di atas, Anda juga harus waspada ketika memberikan obat seperti:

Obat flu dan batuk yang dijual bebas

Selain belum tentu dapat meringankan gejala flu, obat ini malah membahayakan bila tidak dikonsumsi dengan dosis yang benar. Selain itu sakit perut, ruam kemerahan dan detak jantung lebih cepat merupakan efek samping yang bisa terjadi karena konsumsi dosis yang terlalu tinggi. Jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan ini seperti antihistamin, ekspektoran, dan dekongestan.

Paracetamol tambahan

Untuk meredakan nyeri dan demam, obat ini bisa diberikan pada balita yang berusia lebih dari 2 bulan. Beberapa jenis obat yang memiliki kandungan parasetamol, oleh karena itu hindari memberikan parasetamol lain dengan terpisah karena berisiko menyebabkan kelebihan dosis.

Obat anti mual

Hindari memberi obat anti mual kecuali, jika obat tersebut sudah diresepkan dokter. Obat jenis ini berisiko menyebabkan komplikasi.

Selain beberapa daftar di atas, balita disarankan tak mengkonsumsi banyak antibiotik bila tak dibutuhkan. Bila dokter meresepkan antibiotik, Anda bisa menanyakan, mengapa langkah ini diperlukan. Selain itu berikan antibiotik hingga habis, agar seluruh bakteri yang menyebabkan penyakit mati. Ketika membeli obat, beritahukan usia buah hati serta mintalah petunjuk penggunaan obat pada apoteker.

Be the first to comment on "Berbagai Obat yang Belum Tentu Tepat Bagi Balita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*