Kapan Waktu Terbaik untuk Memperkenalkan Susu Formula Bayi?

Pemberian susu formula bayi bisa menjadi solusi untuk menambal kekurangan asupan nutrisi kepada si kecil menjadi lebih mudah. Bayi yang baru lahir sampai menginjak usia 6 bulan akan memerlukan nutrisi lengkap dalam bentuk cair, yakni susu. Idealnya, pemenuhan nutrisi bayi dipenuhi melalui pemberian ASI yang mengandung kandungan nutrisi sangat kompleks. Namun, pada beberapa kondisi si ibu belum bisa memenuhi kebutuhan ASI buah hatinya, sehingga menggunakan susu formula.

Kapan Susu Formula Diberikan?

Susu formula merupakan susu yang dibuat dari susu sapi yang diolah dengan teknologi tinggi sehingga menjadi susu bubuk yang bisa diberikan kepada bayi. Kandungan nutrisinya memang tidak sekompleks pada ASI namun juga diperlukan oleh bayi. Tentunya dengan catatan bahwa bayi memang mampu mengurai protein susu sapi yang terkandung di dalamnya. Sebab, ada beberapa bayi yang kurang mampu mengurai laktosa atau protein susu sapi sehingga memicu reaksi alergi pencernaan.

Pemberian susu formula memang harus hati-hati dan teliti kemudian diperkenalkan kepada bayi secara bertahap. Memperkenalkan susu formula sendiri bisa dilakukan ketika:

  1. Produksi ASI si ibu dalam jumlah terbatas,

Sebelum memperkenalkan susu formula usahakan untuk memprioritaskan ASI sebab kandungan nutrisinya sesuai sistem cerna si kecil. Selain itu produksi ASI juga tidak memerlukan biaya seperti membeli susu formula sehingga akan jauh lebih hemat bagi keuangan keluarga.

Pemberian susu formula bayi bisa mulai dilakukan tatkala menghadapi kondisi produksi ASI sang ibu ternyata terbatas. Sehingga bayi masih merasa lapar namun ASI yang dihasilkan sang ibu ternyata sudah sedikit atau malah habis. Produksi ASI setiap ibu memang berbeda-beda, ada yang berlimpah, jumlahnya cukup, kurang, atau malah tidak memproduksi ASI sama sekali. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormonal sehingga ibu sendiri harus sehat serta menjaga pikiran jernih dan yakin ASI yang diproduksi cukup untuk buah hati.

  1. Pemberian ASI tersendat karena ibu harus bekerja,

Wanita sebagai istri sekaligus ibu memang tidak memiliki kewajiban untuk bekerja dan mencari sumber keuangan keluarga. Namun pada kenyataannya, tidak semua wanita bisa tercukupi kebutuhan rumah tangganya dengan mengandalkan penghasilan suami. Sehingga mau tidak mau harus bekerja demi masa depan si kecil, maka kondisi ini membuat pemenuhan ASI pada bayi mengalami masalah. Alasan lain ibu bekerja adalah karena memang merasa canggung jika berdiam di rumah. Apabila harus bekerja secara otomatis perlu menambal kebutuhan gizi bayi dengan menggunakan susu formula.

  1. Ibu setelah melahirkan tidak bisa memberikan ASI,

Beberapa ibu setelah melahirkan kurang mampu memberikan ASI, penyebabnya beragam mulai dari ASI yang tidak keluar sama sekali. Kemudian bisa juga disebabkan karena ibu seusai melahirkan harus dirawat secara intensif sehingga pemenuhan ASI menjadi tersendat. Apabila sudah demikian sebaiknya tidak terlalu memaksakan dan mulai memperkenalkan buah hati kepada susu formula. Ketika kesehatan ibu sudah pulih memang biasanya pemberian ASI akan ditolak oleh si kecil karena memiliki rasa, suhu, dan kekentalan berbeda.

ASI memang menjadi prioritas, namun kesehatan dan perkembangan buah hati tidak selalu maksimal hanya bergantung pada ASI. Apabila memungkinkan silahkan diberikan ASI, karena memang menjadi hak semua bayi kepada ibunya. Ketika ASI tidak bisa diberikan alihkan kepada susu formula, namun pastikan sesuai dengan kebutuhan si kecil. Pertimbangan yang diperhatikan dalam memilih susu formula bayi ialah dari segi usia bayi, jenis sufor, dan sebagainya.

Be the first to comment on "Kapan Waktu Terbaik untuk Memperkenalkan Susu Formula Bayi?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*