Cara Mengurangi Frekuensi Penggunaan Botol Susu Pada Balita

Minum susu merupakan kebiasaan baik terutama bagi anak bayi dan balita. Di dalam susu terdapat kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang tumbuh kembang anak. Susu untuk bayi selain ASI biasa disebut susu formula dengan cara pemberian menggunakan botol susu. Sayangnya penggunaan botol dan dot susu inilah yang perlu diperhatikan penggunaannya karena bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi serta mempengaruhi bentuk mulut balita. Karenanya hingga usia tertentu sebaiknya balita sudah tidak minum susu menggunakan botol lagi agar lebih sehat. Namun pergantiannya juga perlu dilakukan secara bertahap agar si kecil bisa lebih mudah menyesuaikannya.

Penggunaan botol untuk susu bayi memang lebih efisien daripada gelas karena anti tumpah dan bisa digunakan meski si kecil dalam posisi tiduran. Namun jika digunakan hingga si kecil berusia 5 tahun atau lebih juga tak dianjurkan karena posisi dot yang menekan gigi bisa mengakibatkan pertumbuhan gigi kurang optimal. Untuk itu bagi Anda yang memiliki balita dengan penggunaan botol, sebaiknya mulai melakukan cara-cara berikut ini untuk mengurangi frekuensi penggunaan botol hingga akhirnya dihilangkan sama sekali seiring dengan pertumbuhan usia anak.

  • Perkenalkan gelas.

Sedikit demi sedikit ajarkan penggunaan gelas untuk si kecil. Awalnya berilah sedotan untuk meminum dari gelas sehingga si kecil bisa menggunakannya karena cara pakainya yang mirip dengan dot botol. Berikan sedotan tiap kali si kecil ingin minum susu setelah makan atau dijam-jam tetapnya dalam porsi susu yang lebih sedikit. Dalam tahap ini si kecil masih diperbolehkan menggunakan botol susu sesukanya asalkan mau mencoba menggunakan sedotan dan gelas ketika selesai makan.

Baca juga: Botol Bayi, Peralatan Bayi yang Harus Terjaga Kebersihannya

  • Hilangkan sedotan.

Setelah mahir menggunakan sedotan dan sudah bisa memegang gelas dengan lebih aman, belikan si kecil gelas plastik bertangkai untuk mengajarkannya menggunakan gelas. Jika perlu belikah gelas plastik dengan corong kerucut yang cara pakainya mirip dengan gelas. Ajari si kecil memegang gelasnya sendiri dan meminum dari corong yang disediakan gelas tersebut. Karena bertutup dan bercorong susu di dalamnya tidak tumpah. Dalam fase ini botol minum hanya digunakan ketika balita akan tidur saja sambil berbaring.

  • Gunakan gelas sesungguhnya.

Setelah lulus dengan gelas bercorong, lepas corongnya dan biarkan si kecil minum susu dari gelas yang sesungguhnya. Secara bertahap ajarkan si kecil untuk tidak lagi meminum susu sambil tiduran dengan botol karena bisa tersedak. Biasakan minum susu dahulu sebelum menuju kamar tidur dengan gelas biasa.

Lakukan tips-tips di atas secara bertahap dengan sabar agar si kecil bisa terlepas dari penggunaan botol susu. Selain cara tersebut memberi pemahaman kepada si kecil bahwa cara minum yang paling baik adalah menggunakan gelas seperti orang dewasa akan memberi semangat pada si kecil untuk bisa terlepas dari penggunaan dot yang bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi.

 

 

 

Be the first to comment on "Cara Mengurangi Frekuensi Penggunaan Botol Susu Pada Balita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*