Dampak Melakukan Bayi Aborsi

Pada  umumnya, bayi aborsi atau pengguguran janin dan plasentanya dibagi menjadi 2, yaitu Aborsi Provokatus Kriminalis, yang mana aborsi ini disebabkan alasan kesehatan dan biasanya dilakukan oleh para remaja atau perempuan yang hamil di luar nikah, aborsi ini biasanya dilakukan secara ilegal. Kemudian yang kedua adalah Aborsi Provokatus Medisinalis yang mana tindakan aborsi dilakukan secara sengaja dengan alasan medis, misalnya kondisi ibu yang tidak memadai untuk melanjutkan kehamilan, sehingga perlu dilakukan aborsi agar tidak membahayakan kondisi ibu.

Baca juga: Makanan Bayi Pertama Yang Dianjurkan Dan Yang Tidak Boleh Diberikan

Bayi aborsi yang dilakukan oleh dokter secara resmi tentunya sudah melalui pertimbangan serta pemeriksaan yang teliti. Hal ini tentunya berbeda dengan aborsi yang dilakukan secara ilegal yang bisa berdampak buruk seperti hal-hal berikut ini:

  1. Infeksi Rahim

Aborsi ilegal biasanya dilakukan secara tidak steril, dan ini bisa mengakibatkan pembengkakan rahim serta infeksi yang bisa menyebabkan rahim mengalami peradangan, infeksi, serta pendarahan hebat yang apabila tidak segera ditangani secara medis bisa mengakibatkan kerusakan rahim.

  1. Kemandulan

Saat aborsi, biasanya terdapat luka serta pendarahan pada bagian indung telur yang mana ini bisa menyebabkan penumpukan darah yang akhirnya menjadi daging dan bisa menyumbat indung telur. Tertutupnya saluran indung telur akan membuat pembuahan menjadi sulit pada kehamilan berikutnya dan ini bisa menyebabkan kemandulan.

  1. Infeksi Rongga Panggul

Infeksi rongga panggul juga bisa terjadi karena ketika melakukan aborsi terjadi penekanan serta pemaksaan supaya janin keluar. Infeksi pada rongga panggul ini bisa menyebar ke area jaringan lain di sekitar rahim yang bisa mengakibatkan munculnya jaringan parut dan pelengketan fibrosa pada organ perut bagian dalam yang bisa menyebabkan perih dan nyeri dalam jangka waktu yang lama.

  1. Kanker Leher Rahim

Aborsi yang dilakukan secara ilegal dan bukan dilakukan oleh ahli kesehatan bisa merusak serviks atau leher rahim. Hal ini bisa memicu munculkan sel kanker pada leher rahim.

  1. Kanker Indung Telur

Aborsi yang tidak sesuai dengan prosedur juga bisa menyebabkan indung telur terinfeksi, sehingga membuat virus bisa masuk dengan mudah dan bisa memicu munculnya kanker indung telur.

  1. Kanker Hati

Jaringan rahim yang rusak karena aborsi juga bisa mengakibatkan munculnya sel kanker pada organ hati karena bakteri yang ada pada rahim mengalir ke jaringan hati lewat aliran darah.

  1. Cacat Bayi pada Kelahiran Berikutnya

Aborsi yang ilegal dapat menyebabkan peradangan serta infeksi pada daerah rahim dan serviks. Hal ini bisa meningkatkan resiko cacat bayi pada kehamilan selanjutnya.

Itulah beragam resiko atau dampak yang bisa timbul karena melakukan bayi aborsi secara ilegal. Untuk menghindarinya, sebaiknya jaga pergaulan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti hamil di luar nikah.

 

Be the first to comment on "Dampak Melakukan Bayi Aborsi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*