Jenis-Jenis Teether Bayi Berdasarkan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

Saat gigi-gigi kecil bayi mulai tumbuh yaitu saat ia memasuki usia enam bulan lebih ia mulai senang memegang dan memasukkan mainan ke dalam mulutnya untuk digigit. Jumlah air liur saat tumbuh gigi volumenya semakin meningkat. Solusi untuk memuaskan keingian bayi menggigit bisa memberikan mainan teether bayi.

Sebagian bayi merasakan ketidaknyamanan karena pecahnya gigi mulai mendorong garis garis gusi. Rasa nyeri, gusi membengkak atau bahkan bisa terjadi infeksi. Itu sebabnya mengapa bayi saat tumbuh gigi sering rewel, cerewet, dan mudah marah.

Akibatnya mengganggu pola tidur dan makan bayi. Perubahan perilaku yang kentara adalah senang memasukkan, menggigit-gigit benda yang ia pegang. Untuk mengalihkan ketidaknyamanan dan risiko terkena kuman dan bakteri yang terdapat pada mainan adalah memberikan bayi teether.

Teether banyak dijadikan pilihan para orang tua karena aman dan efektif mengurangi ketidaknyamanan. Sekarang sudah banyak bentuk teeather bayi dengan beragam bentuk yang lucu dan unik membuat bayi senang memainkannya.

Baca Juga : Manfaat Playmat Bayi Bagi Perkembangan Kecerdasannya

Namun tahukah Anda bahwa setiap bentuk dan jenis teether memiliki fungsi yang berbeda-beda. Setiap jenis teether tepat digunakan jika sesuai dengan umur bayi. Berikut gambaran jenis-jenis teether bayi yang fungsinya sangat efektif dan aman bagi bayi:

Ergonomic Teether

Jenis teether ini membantu merangsang sensitvitas gusi dan gigi. Selain itu teether ini dapat mengurangi rasa sakit, gatal pada gusi. Ciri-cirinya memiliki permukaan atau tekstur yang berbeda. Umumnya terbuat dari karet (silicone) yang lembut dan fleksibel sehingga lebih mudah menjangkau gigi yang di dalam.

Soothing Teether

Jenis teether ini berfungsi melegakan rasa sakit dan nyeri pada gusi saat gigi belum muncul ke permukaan. Umumnya soothing teether terbuat dari bahan karet yang berisi cairan air. Jika disimpan di freezer cairannya akan membeku.

Massaging Teether

Jenis teether ini membantu mengurangi rasa nyeri saat gigi sudah mulai keluar dari permukaan gusi. Permukaannya memiliki tekstur yang keras dan lunak. Bentuknya unik dan dibuat agar lebih mudah menjangkau gigi yang terdapat di dalam.

Transition Teether

Jenis teether ini sangat membantu proses pecahnya gusi saat gigi akan keluar. Selain itu dapat membersihkan sel gusi yang sudah mati dan mencegah terjadinya infeksi. Bahannya terbuat dari silicone solid yang lebih keras namun aman.

Selain memilih jenis teether yang tepat, Anda juga perlu memperhatikan waktu bermain dengan teether. Sebaiknay penggunaan teether adalah 10-15 menit. Jika digunakan secara berlebihan bisa menjadi kebiasaan dan rentan kotor karena saat digunakan menjadi basah dan mudah menyerap bakteri yang beresiko bagi kesehatannya.

Jaga kebersihan dan perawatan teether. Cara membersihkannya bisa menggunakan cairan khusus untuk membersihkan teether atau menggunakan air matang. Proses membersihkan teether bayi adalah mensterilkannya agar bebas dari bakteri dan kotoran yang tidak terlihat.

Perawatan teether bayi bisa dengan cara menyimpan di wadah yang tertutup rapat dan kering. Untuk mengurangi resiko bakteri menempel dan memunculkan sensasi dingin Anda bisa menyimpannya di kulkas..

Be the first to comment on "Jenis-Jenis Teether Bayi Berdasarkan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*