Kapan Sebaiknya Program Bayi Tabung Dilakukan? Simak Jawaban Tepatnya Berikut Ini!

Sudah lama menikah, namun tidak kunjung dikaruniai buah hati, bisa jadi memang ada masalah yang berkaitan dengan reproduksi, bisa jadi salah satu diantaranya juga memiliki kemandulan, sehingga tidak bisa memiliki anak. Namun jangan khawatir karena belakangan ini dunia medis sudah menawarkan berbagai macam cara untuk memprogram kehamilan, bahkan hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin, diantaranya adalah dengan melakukan program bayi tabung.

Mungkin sudah tidak begitu asing dengan cara yang satu ini, mengingat banyak pasangan yang berhasil mendapatkan anak setelah melalui tahapan tersebut. Hanya saja juga tidak bisa dipungkiri jika proses ini cukup menguras banyak biaya. Kocek yang harus dirogoh untuk bisa mendapatkan anak dari program tersebut tidak bisa dikatakan murah. Prosedur ini merupakan cara medis untuk melakukan pembuahan di luar tubuh wanita, setelah nantinya terbentuk zigot atau pembuahan berhasil terjadi, maka kemudian akan dimasukkan lagi kedalam rahim untuk selanjutnya tumbuh dan berkembang.

Untuk tahapan atau proses lainnya tidak jauh berbeda dengan kehamilan normal pada umumnya. Program bayi tabung ini umumnya dapat dilakukan oleh pasangan yang terdiagnosa mengalami:

Baca juga: Tips Melahirkannya Bayi dengan Proses Persalinan Normal

  1. Jumlah sperma sedikit, bagi pria yang tidak bisa mengeluarkan banyak sperma umumnya sering kali kesulitan dalam melakukan pembuahan, karena tidak ada sel sperma yang dapat menembus sel telur pasangan, sehingga jalan satu-satunya adalah pembuahan di luar tubuh.
  2. Masalah ovulasi kondisi lainnya yang juga bisa dialami oleh wanita adalah tidak bisa mematangkan ovum, sehingga tidak ada ovum yang keluar menuju ke tuba falopi untuk dibuahi dengan sperma, mau tidak mau maka jalan satu-satunya untuk bisa mendapatkan momongan adalah melalui program tersebut.
  3. Kekebalan tubuh atau antibodi yang bermasalah, ternyata kondisi tubuh yang terlalu lemah juga bisa memicu gangguan ini, diantaranya adalah kelangsungan hidup dari sel telur maupun sperma yang tidak berlangsung lama. Sehingga bahkan sebelum terjadinya pembuahan sel telur maupun sperma sudah mati.
  4. Masalah pada sel sperma yang tidak mampu menembus mukus pada sel telur, hal ini adalah kondisi yang paling sering dialami oleh beberapa pasangan, dimana sel sperma terlalu lemah sehingga tidak dapat masuk kedalam sel telur, mau tidak mau harus dilakukan di luar tubuh.

Meskipun cukup efektif, namun juga harus diketahui bahwa program ini terkadang juga memicu beberapa efek samping, diantaranya adalah:

  1. Keputihan.
  2. Payudara wanita menjadi melunak atau kendor karena tingginya kadar hormon esterogen.
  3. Sembelit.
  4. Rasa kram atau begah.

Hendaknya pilih juga rumah sakit terpercaya dan berpengalaman terkait dengan program bayi tabung ini, karena resiko kegagalan tetap ada, siapkan juga uang secara cukup untuk mengikutinya.

Be the first to comment on "Kapan Sebaiknya Program Bayi Tabung Dilakukan? Simak Jawaban Tepatnya Berikut Ini!"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*