Kenali 4 Mitos Bayi Berikut Supaya Tidak Salah Kaprah dalam Memberi Perawatan

Bagi orangtua yang memiliki pengalaman perdana mengurus bayi sudah tentu mencari tahu banyak informasi mengenai pengasuhan si kecil. Berbagai media informasi bisa diakses untuk mendapatkan ilmu yang dibutuhkan dan diinginkan, namun usahakan jeli dan teliti menyaring informasi yang didapatkan. Salah-salah malah mendapatkan mitos bayi bukannya fakta sehingga melakukan kesalahan serupa seperti orang zaman dulu. Pasalnya ada banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan perawatan bayi, jika diikuti nantinya bisa berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang si kecil.

Kenali Mitos Seputar Bayi yang Berkembang di Masyarakat

Mitos maupun fakta berkaitan pengasuhan bayi baiknya diselidiki dengan benar supaya tidak berdampak kurang baik bagi si kecil. Diantara sekian mitos dan fakta yang berseliweran di sekitar kita, berikut merupakan beberapa diantaranya:

  • Menjemur pakaian bayi lewat jam maghrib,

Bisa dikatakan bahwa semua orangtua sudah buru-buru mengangkat jemuran saat jam maghrib tiba, alasannya bisa menyebabkan anak sakit. Sebenarnya mitos ini bisa dikatakan fakta, sebab saat jam maghrib biasanya banyak serangga mulai pulang ke sarang. Bisa jadi serangga ini menempel pada pakaian bayi yang masih dijemur dan meninggalkan serbuk sari sehingga menjadi penyebab gatal, batuk, dan sebagainya.

  • Gurita membuat perut anak ramping,

Gurita menjadi salah satu pelengkap pakaian bayi dan umumnya sudah dipasang sejak bayi mandi untuk pertama kalinya. Masyarakat percaya bahwa dengan memakaikan gurita maka buah hati akan selalu memiliki perut yang ramping. Aktualnya informasi hanyalah mitos bayi semata, sebab buncit tidaknya perut seseorang bergantung pada gaya hidup terutama pola makan. Meskipun sudah memakai gurita saat baru lahir, jika sering makan berlebih tentu perut tidak mungkin rata-rata saja.

  • Mengubur ari-ari,

Orang zaman dulu percaya bahwa ari-ari yang ikut keluar saat bayi lahir wajib sekali dikubur, bahkan dijaga sampai bayi berumur 40 hari. Bahkan orang Jawa mengubur ari-ari di dekat pintu kemudian ditambahkan lilin atau sumber cahaya sebagai pelindung. Mitos ini tentu murni mitos semata, sebab ari-ari pun tanpa dikubur sah saja dilakukan. Hanya saja demi keamanan supaya ari-ari tidak dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab baiknya dikubur di lokasi rahasia sebab stem cell di dalamnya dipakai untuk kloning bayi.

  • Bedong membantu meluruskan kaki bayi,

Ketika bayi baru lahir biasanya memiliki kaki yang bengkok, sebab selama 9 bulan lebih di dalam kandungan dalam posisi meringkuk. Namun membedong bayi dengan tujuan meluruskan kaki bayi tidaklah benar sebab kaki bengkok ini secara alami akan lurus dengan sendirinya. Sejalan dengan semakin kuatnya struktur tulang bayi maka perlahan kakinya akan lurus dan tidak lagi lembek. Secara fisiologis pertumbuhan kaki bayi memang demikian, maka menjadi mitos bayi jika wajib membedong si kecil.

Be the first to comment on "Kenali 4 Mitos Bayi Berikut Supaya Tidak Salah Kaprah dalam Memberi Perawatan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*