Kiat Memilih Bouncer Bayi yang Aman

Kegiatan mengasuh bayi merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua. Memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh bayi, baik ketika tidur atau terjaga, tidak jarang membuat orang tua merasa terharu. Apalagi jika melihat bayinya mulai bisa melakukan gerakan-gerakan yang lebih aktif dan berkembang dengan baik dan sehat, orang tua akan merasa bangga. Rasa capek yang dirasakan tiba-tiba seakan terhapuskan karena terhibur oleh tingkah si bayi. Meskipun merawat bayi sangat menyenangkan, para orang tua hendaknya tetap memikirkan kondisi kesehatannya sendiri, yaitu harus istirahat secara teratur. Para orang tua memang seringkali lupa istirahat ketika mengasuh bayinya. Padahal, para orang tua bisa memanfaatkan berbagai peralatan modern demi menjamin keamanan dan kenyamanan si bayi ketika para orang tua sedang beristirahat. Salah satu peralalatan bayi yang dapat dimanfaatkan orang tua ketika mengasuh bayi adalah bouncer. Berikut ini akan dibahas mengenai kiat memilih bouncer bayi yang aman dan nyaman.

Bouncer merupakan benda yang desainnya menggabungkan konsep kursi sekaligus kasur bayi. Didesain dengan dudukan dan sandaran yang mengadopsi bentuk rahim ibu, bouncer dapat diatur tinggi rendah dudukannya, sehingga bisa digunakan untuk tempat tidur bayi maupun untuk tempat duduk bayi ketika sandarannya ditegakkan. Bouncer bayi ini juga dapat membantu orang tua ketika akan meninabobokan bayinya karena sandaran atau dudukannya dapat diayun-ayunkan. Namun sayangnya, alat yang notabene dibuat untuk memudahkan orang tua dalam merawat bayinya ini seringkali diproduksi tanpa pengamanan yang baik, sehingga bayi rentan terjatuh. Oleh sebab itu, para orang tua harus memperhatikan hal-hal berikut ketika akan memilih bouncer untuk bayinya.

  • Pilihlah bouncer yang memiliki penyangga kokoh dan stabil, terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah patah.
  • Letakkan bouncer di lantai dan hindari meletakkan bouncer di tempat yang mudah bergeser.
  • Pilihlah bouncer dengan alas yang lembut dan bagian bawahnya/ dudukannya lebih lebar dibandingkan dengan bagian atas/ sandaran kepalanya.
  • Pilihlah bouncer yang difasilitasi dengan sabuk pengaman di bagian depan, sehingga bayi tidak akan terlepas/ jatuh dari bouncer ketika bergerak aktif.
  • Selain sabuk pengaman, bouncer biasanya juga difasilitasi dengan titik kunci lain yang mencegah bayi terjatuh. Pilihlah bouncer yang memiliki tiga atau lima titik kunci, bukan bouncer yang hanya difasilitasi dengan titik kunci tunggal.
  • Pastikan semua bagian bouncer tertutup rapat, tidak ada sedikitpun celah yang memungkinkan kaki atau tangan bayi masuk sehingga dapat terjepit.

Baca juga: 5 Macam Bouncer Baby yang Bisa Jadi Pilihan

Selain memilih bouncer yang aman, para orang tua hendaknya bijak dalam menggunakan bouncer bayi. Misalnya, jangan membiarkan bayi tidur terlalu lama di bouncer, segera pindahkan bayi ke kasur ketika sudah nyenyak. Letakkan bouncer di lantai, jangan meletakkannya di kasur atau di meja. Orang tua juga harus menghentikan penggunaan bouncer ketika bayi mulai bisa berguling dan bergerak semakin aktif.

 

Be the first to comment on "Kiat Memilih Bouncer Bayi yang Aman"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*