Kondisi Dan Penyebab Bayi Mermaid

Bayi mermaid atau bayi yang menderita sindrom mermaid ditandai dengan beberapa anggota tubuhnya mengalami kelainan. Di sebut mermaid karena kedua kakinya hampir/ menyatu mirip seperti ikan duyung. Kelainan ini sangat membahayakan jiwa penderitanya.

Sirenomelia atau sindrom mermaid terbilang sangat langka. Kelainan tersebut terjadi pada waktu bayi masih dalam tahap perkembangan di dalam rahim. Seorang sejarawan medis Lindsey Fitzharris yang mendapatkan gelar Phd-nya di Oxford University mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan karena kegagalan pasokan vascular normal dan tali pusar gagal membentuk dua arteri. Akibatnya pasokan darah menuju janin tidak cukup.

Baca juga: Mengenal Syndrome Bayi Mermaid

Single arteri mencuri darah dan nutrisi makanan dari tubuh bagian bawah dan mengalihkan kembali ke plasenta. Akibatnya janin kekurangan gizi sehingga janin sulit mengembangkan kedua anggota badannya yang terpisah. Penyebab lainnya bisa karena kekurangan vitamin, terlalu berlebihan minum obat, genetika atau faktor keturunan, sejarah masa lalu atau bisa jadi karena diabetes ibu.

Kondisi ini terbilang langka. hanya satu dari 100.000 bayi, tetapi bisa jadi 100 kali terjadi pada bayi kembar identik. Bayi yang mengalami kondisi ini umumnya tubuh bagian atasnya normal, namun tubuh bagian bawahnya tidak bisa berkembang karena bagian paha sampai kaki menyatu.

Bayi Yang Mengalami Sindrom Mermaid

  • Di India

Pada tahun 2016 seorang bayi di India lahir dengan kondisi mermaid syndrome. Kondisi kakinya mirip seperti ikan duyung di cerita anak-anak. Bayi yang lahir dari rahim ibu berusia 22 tahun ini hanya bisa bertahan hidup selama 10 menit. Dokter yang menangani porses kelahiran bayi itu mengatakan belum pernah menangani kasus ini sebelumnya.

Bagian atas tubuh bayi dapat berfungsi penuh namun bagian bawahnya tidak berkembang. Karena kondisi tersebut sulit untuk mengetahui jenis kelaminnya. Sampai usia kehamiln 30 minggu, ibu bayi tidak mengeluhkan apa-apa. Namun ginjal bayi belum berkembang denganbaik.

  • Di Thailand

Selain di India, kasus bayi yang mengalami sindrom mermaid terjadi pula di Thailand. Bayi yang diberi nama Jermkwan Krathumnat ini memiliki kedua kaki yang hampir menyatu, bagian wajah dan matanya mengalami cacat bawaan. Ia juga memiliki kelainan bibir sumbing. Sampai saat ini, dokter belum bisa mengidentifikasikan jenis kelaminnya.

Para ahli belum memastikan apakan kelainan Kwan, panggilan bayi tersebut dapat menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatannya. Karena orangtuanya mengalami masalah ekonomi, perawatan Kwan tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya. Tim dokter berencana melakukan perbaikan pada langit-lagit mulut Kwan agar asupan makanannya berjalan baik sehingga Kwan tidak mengalami masalah pertumbuhan. Baru setelah ia dewasa akan direncanakan perbaikan kedua kakinya.

Karena sangat membahayakan jiwa penderitanya, umumnya bayi yang mengalami kondisi ini tidak bisa bertahan hidup lama karena gagal ginjal dan kandung kemih. Namun ada bayi mermaid yang bertahan hidup yaitu Tiffany York yang bisa melakukan operasi pemisahan kaki sebelum ia berumur satu tahun. Namun walaupun sudah dioperasi kondisi tulang kakinya masih sangat rapuh. Selain Tiffany ada juga bayi dari Spanyol bernama Milagros Cerron.

 

Be the first to comment on "Kondisi Dan Penyebab Bayi Mermaid"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*