Mengenal Syndrome Bayi Mermaid

Mermaid atau putri duyung barangkali dianggap lucu oleh sebagian orang, sebab putri duyung identik dengan dongeng atau kisah yang mungkin terdengar indah. Namun tahukah Anda, bahwa dalam kasus kelahiran bayi, terdapat sindrom yang dikenal dengan baby mermaid atau bayi duyung, sebuah sindrom langka yang tentu tidak selucu dan seindah dalam dongeng. Sindrom baby mermaid atau Sirenomelia merupakan sindrom di bana bagian bawah tubuh bayi, terutama bagian kaki menyatu, termasuk hingga bagian telapak kaki, sehingga membuat tubuh bayi terlihat seperti mermaid atau ikan duyung. Berikut ini adalah ulasan mengenai bayi mermaid dan kasus kelahiran bayi dengan sindrom Sirenomelia di berbagai belahan dunia.

Apa itu Syndrome Baby Mermaid?

Sindrome baby mermaid merupakan kelainan bawaan yang sebenarnya cukup jarang terjadi, peluangnya adalah 1 dalam 100.000 kelahiran. Kelainan ini disebabkan karena tali pusat di dalam rahim ibu yang mengandung gagal membentuk dua arteri, sehingga pasokan darah tidak sampai ke janin. Dengan demikian, pasokan darah hanya akan sampai dan berpusat di bagian atas tubuh janin saja, sehingga bagian tubuh bawah, terutama paha hingga kaki akan kekurangan nutrisi, sehingga kaki tidak terpisah karena gagal berkembang. Kasus ini kemungkinan besar akan terjadi pada bayi yang kembar identik.

Dalam beberapa kasus, dokter sampai sulit menentukan jenis kelamin yang lahir dengan kondisi bayi mermaid tersebut karena bagian paha hingga kakinya menyatu. Adapun penyebab timbulnya sindrom ini bermacam-macam, mulai dari faktor genetik, diabetes yang diderita ibu yang mengandung, bahkan bisa juga terjadi pada ibu yang ketika kehamilannya terlalu banyak mengkonsumsi obat kimia.

Apakah Bayi Mermaid Bisa Bertahan Hidup?

Dalam beberapa kasus, belum ada bayi yang menderita sindrom Sirenomelia tersebut bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama. Sebagian besar, bayi yang lahir seperti mermaid akan meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Penyebab utamanya adalah gagal ginjal dan kandung kemih, sebab kelaminnya tertutup oleh paha yang menyatu.

Namun terdapat pula bayi yang lahir dengan kondisi mermaid yang mampu bertahan hidup lama. Misalnya, Tiffany York yang mampu bertahan hidup hingga usia 27 tahun sebab sejak umur 1 tahun melakukan operasi pemisahan kaki. Namun sayangnya, tulang kaki Tiffany sangat rapuh pasca operasi, yang membuatnya harus menggunakan kursi roda seumur hidup. Selain Tiffany, Milagros Cerron yang merupakan bayi mermaid asal Spanyol pun melakukan operasi pemisahan kaki sehingga mampu bertahan hidup lebih lama. Milagros juga melakukan cangkok ginjal agar saluran kencingnya dapat berfungsi secara maksimal.

Itulah beberapa penjelasan tentang sindrom yang disebut dengan bayi mermaid, yang merupakan sindrom berbahaya yang menyebabkan kematian pada bayi yang baru lahir. Dengan penjelasan tersebut, semoga kita tersadar bahwa putri duyung tidak seindah dalam dongeng.

 

Be the first to comment on "Mengenal Syndrome Bayi Mermaid"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*