Pentingnya Cek Kehamilan untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan yang Berkualitas


( Foto : Twinstuff )

Apakah Anda sudah mendengar dan memahami mengenai 1000 hari pertama kehidupan? Yaitu sebuah program yang dicanangkan di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan masyarakat dengan memaksimalkan pemberian asupan Nutrisi dimulai saat masa kehamilan sampai dengan anak usia 2 tahun. Dengan program ini diharapkan seluruh bayi akan lahir dalam keadaan tanpa cacat dengan fondasi awal kesehatan dan kecerdasan yang baik. Dan setelah itu dilanjutkan dengan 2 tahun asupan gizi untuk penyempurnaannya. Oleh karena itu penting untuk para ibu hamil memeriksakan kondisi kehamilannya ke dokter atau bidan, karena bagaimanapun juga ini adalah cara tes kehamilan yang terbaik.

Sebelum memeriksakan diri ke dokter ataupun bidan, untuk cara tes awal kehamilan juga bisa dilakukan menggunakan tespek, cek caranya di https://review.bukalapak.com/mom/biar-akurat-ini-9-cara-efektif-menggunakan-alat-tes-kehamilan-18643.

Ketika seorang ibu melakukan tes kehamilan ke dokter atau bidan, maka akan diketahui kondisi kesehatan sang ibu dan janin. Setelah itu dokter atau bidan akan memberikan obat dan multivitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sayangnya atas dasar kesulitas ekonomi banyak masyarakat yang tidak secara rutin memeriksakan kandungannya. Sehingga mereka tidak mengetahui apakah asupan nutrisi yang selama ini mereka konsumsi cukup atau tidak.

Melihat kondisi tersebut sebenarnya gerakan berupa dukungan cek kehamilan bisa jadi sangat bermanfaat. Walaupun sebenarnya saat ini pemerintah melalui department kesehatan telah membuat program K4 yaitu pelayanan antenatal minimal 4 kali selama masa kehamilan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Namun tetap saja pemerintah masih kesulitan dalam memenuhi targetnya dikarenakan beberapa hal, salah satunya adalah dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat atas pentingnya cek kehamilan. 

Program pelayanan antenatal minimal 4 kali yang diadakan pemerintah terdiri atas pemeriksaan umum kehamilan seperti pemeriksaan berat badan, pengutukran tinggi, pengukuran tekanan darah, pengukuran nilai status gizi, pengukuran tinggi fundus uteri, pemeriksaan denyut jantung janin, dan pemberian 90 butir tablet penambah darah selama masa kehamilan. 

( Foto : Reed )

Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil antara lain ;

  • Protein

Nutrisi protein sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sel atau jaringan. Rekomendasi asupan protein untuk ibu hamil adalah sebanyak 75 sampai 100 gram per harinya.

  • Karbohidrat

Nutrisi karbohidrat sangat dibutuhkan untuk ibu hamil sebagai sumber kalori yang penting. Karbohidrat bisa didapatkan dari bahan makanan seperti nasi, kentang, sereal, pasta, sayuran dan buah.

  • Kalisum

Nutrisi kalsium penting untuk proses pembentukan tulang dan gigi janin. Selain itu kalsium juga membantu kerja fungsi saraf, mengatur cairan tubuh dan kontraksi otot. Rekomendasi asupan kalsium untuk ibu hamil adalah 1000 miligram selama kehamilan.

  • Asam Folat

Asam folat sangat berperan dalam mencegah bayi lahir dalam kondisi cacat, termasuk diantaranya cacat tabung saraf yang dapat mempengaruhi otak serta sumsum tulang belakang janin. Asam folat bisa didapatkan dengan mengkonsumsi bahan makanan berupa sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, hati sapi, buah jeruk, strawberry, lemon, manga, dan tomat. 

  • Zat Besi

Zat besi penting untuk mencegah anemia pada masa kehamilan. Rekomendasi asupan zat besi harian untuk ibu hamil adalah sebanyak 27 miligram. Makanan yang dapat dikonsumsi untuk asupan nutrisi zat besi adalah sayuran hijau, biji-bijian, sereal, daging sapid an havermut.

  • Vitamin A, C, B6, B12, dan Vitamin D

Seluruh jenis vitamin di atas juga sangat dibutuhkan untuk ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan pembentukan dan perkembangan organ vital janin, baik secara langsung maupun dengan cara menyempurnakan peranan nutrisi lainnya.

Be the first to comment on "Pentingnya Cek Kehamilan untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan yang Berkualitas"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*