Prosedur Pembuatan dan Penyimpanan Asi Perah untuk Ibu yang Sibuk Bekerja

Bayi baru lahir memang hanya memiliki satu jenis makanan yang bisa dikonsumsi hingga menginjak usia 3 bulan, yaitu asi. Pada dasarnya air susu ibu ini memang bisa didapatkan secara mudah, diantaranya adalah dengan menyusui secara eksklusif, namun dalam beberapa kondisi memang ada beberapa wanita yang tidak bisa memproduksinya atau jumlah yang keluar sangat sedikit sehingga tidak cukup untuk digunakan menyusui buah hati. Itulah mengapa mereka lebih condong untuk memilih susu formula yang banyak dijual di pasaran. Padahal sebenarnya dilihat dari segi manapun kandungan gizi yang didapatkan tentunya jauh lebih banyak air susu ibu.

Belum lagi terkadang ada produk susu formula yang tidak cocok untuk bayi, yaitu beresiko menyebabkan buah hati mengalami alergi disebabkan oleh intoleransi laktosa. Itulah mengapa air susu ibu ini jauh lebih diutamakan. Lalu bagaimana dengan para wanita karir, dimana mereka hanya mendapatkan cuti selama 40 hari setelah melahirkan dan harus kembali bekerja di instansi sebelumnya. Tentunya tidak akan sempat untuk menyusui.

Baca juga: Supaya Produksi ASI Lancar Maka Lakukan 4 Tindakan Ini!

Jangan khawatir karena sekarang ini ada cara mudah untuk melakukannya, yaitu menggunakan asi perah, produk susu ibu yang diawetkan sehingga bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan buah hati, lalu bagaimana cara untuk mendapatkannya, berikut ini yang harus Anda lakukan, diantaranya adalah:

  1. Mulailah persiapkan wadah dan juga alat untuk memerah susu, sekarang ini ada alat perah mudah yang dikenali sebagai breast pump. Produk ini banyak dijual di pasaran dengan harga terjangkau dan sangat berguna untuk memerah susu. Ada jenis yang manual dan ada pula jenis yang otomatis, bisa bekerja tanpa harus digerakkan sendiri. Pastikan semuanya dalam kondisi yang bersih steril.
  2. Mulai lakukan kegiatan pemerahan ini hingga botol yang sudah disiapkan terisi penuh, hendaknya jangan hanya satu botol saja, mengingat konsumsi susu untuk si kecil juga sangat banyak, simpan hingga beberapa botol hingga kiranya sudah tidak ada lagi yang keluar. Dengan mengeluarkan air susu ibu juga membuat Anda menjadi lebih lega, karena ketika waktu menyusui sudah tiba maka dada tidak akan terasa sakit.
  3. Lakukan prosedur penyimpanan, tutup botol hingga benar-benar rapat kemudian masukkan kedalam kulkas yang memiliki suhu antara 10 hingga 29 derajat. Umumnya susu perah yang disimpan dalam suhu minim bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan suhu ruangan. Untuk susu yang ada di suhu ruangan harus diminum hari itu juga.
  4. Khusus untuk susu perah yang dibekukan maka lakukan pemanasan terlebih dahulu hingga mencair sebelum diberikan kepada buah hati.

Asi perah ini memberikan solusi untuk bunda yang tidak sempat menyusui secara eksklusif, namun ingin nutrisi untuk si kecil tetap terpenuhi.

 

Be the first to comment on "Prosedur Pembuatan dan Penyimpanan Asi Perah untuk Ibu yang Sibuk Bekerja"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*