Tips Memilih Bouncer Bayi Yang Membuat Bayi Nyaman dan Aman

baby_bouncer_resizeSalah satu perlengkapan bayi yang bisa Anda beli adalah bouncer. Bouncer bayi adalah tempat tidur bayi yang didesain seperti ayunan. Agar terhindar dari resiko cidera pilih bouncer yang kuat, kokoh dan stabil. Selain itu pilih bouncer yang alasnya dilapisi karet, agar tidak mudah tergelincir.

Pastikan Menyimpan Bouncer di Permukaan Lantai yang Datar/ Rata

Saat meletakkan bayi ke bouncer pastikan alas lantai datar. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak miring. Sehingga saat bayi melakukan gerakan, bouncer tidak akan rubah posisi. Umumnya Bouncer dilengkapi mesin getar. Saat mesin menyala, penempatan di bidang yang datar bisa mnjaga bouncer dalam kondisi yang aman dan stabil.

Pastikan Tali Pengaman Kuat dengan Bahan yang Aman

Bouncer memiliki pengaman seperti sabuk, umumnya terdapat tiga titik untuk mencegah bayi terjatuh, yaitu: dua buah terdapat di bagian pinggang dan satu di antara kedua paha. Saat memilih bouncer pastikan pilih yang memiliki tali kuat tapi yang terbuat dari bahan yang aman dan lembut.

Jangan pernah meninggalkan bayi sebelum sabuk pengaman terpasang dan dalam posisi terkunci. Pastikan tali tidak terlalu kencang atau longgar, sehingga bayi nyaman saat berada di atas bouncer.

Pastikan Pondasi Bouncer Kuat dan Kokoh

Selama di atas bouncer bayi tentu akan bergerak-gerak. Beberapa gerakan bayi terutama yang masih kecil kemungkinan tidak terlalu berbahaya, namun jika bayi sudah mulai aktif mungkin gerakannya bisa dalam posisi berbahaya. Jika alat ini tidak didukung pondasi/ rangka yang kuat mungkin saja menyebabkan bouncer terguling atau jatuh miring. Selain memilih pondasi yang kuat, pilih bouncer yang memiliki kaki-kaki yang dilapisi karet. Pilih jenis karet yang tidak licin atau tipis.

Agar bayi nyaman saat di bouncer pastikan menggunakan alas yang cukup empuk dengan bahan yang nyaman dan lembut.

Batas Penggunaan Bouncer

Alat ini sebaiknya tidak lagi digunakan saat bayi mulai menginjak usia tiga bulan. Pada usia ini pertumbuhan fisik bayi sudah mulai berkembang, geraknyapun semakin aktif. Sehingga beresiko bahaya jika diletakkan di bouncer. Maksimal penggunaan Bouncer sampai bayi berumur 6 bulan atau berat tubuhnya 12 kilogram.

Bouncer bayi hadir memang untuk memudahkan mengurus bayi, namun bukan berarti tanpa pengawasan. Bisa saja bayi melakukan gerakan yang sangat aktif yang menyebabkan bouncer terjatuh/ terguling. Jika ditinggalkan sebaiknya tetap dalam jangkauan penglihatan agar bisa terus dipantau.

Selanjutnya, Anda baru bisa mempertimbangkan fitur pelengkap bouncer. Apakah mau memilih bouncer yang dilengkapi musik, musik atau bouncer yang menggunakan baterai. Jika Anda memilih bouncer bayi yang menggunakan bantuan baterai untuk membuat goyangan pastikan bahwa kecepatan goyangannya disesuaikan dengan kesukaan bayi. Goyangan yang lembut bisa membantu bayi tertidur.

Be the first to comment on "Tips Memilih Bouncer Bayi Yang Membuat Bayi Nyaman dan Aman"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*