Tips Memilih dan Menggunakan Bouncer Bayi yang Aman dan Nyaman

Bagi para ibu yang baru melahirkan tentunya harus beradaptasi dengan keberadaan bayi. Ibu harus rela bangun tengah malam, juga harus siap sedia untuk menggendong bayi selama berjam-jam. Namun, adakalanya ibu merasa lelah atau harus mengerjakan pekerjaan lainnya. Saat itulah ibu membutuhkan keberadaan bouncer bayi atau kursi goyang untuk dudukan bayi yang memiliki sabuk pengaman agar bayi tidak terjatuh.

Ada beragam jenis kursi bayi yang bisa menjadi pilihan, yaitu ada yang manual dimana ibu atau ayah harus menggoyangkan kursi tersebut, namun ada pula yang berkekuatan baterai sehingga kursi dapat bergetar atau bergoyang secara halus sehingga anak yang diletakkan di kursi tersebut dapat merasa nyaman.

Untuk memilih bouncer bayi, sebaiknya dipilih yang terbuat dari rangka besi yang kuat, sehingga bouncer tidak akan mudah patah sehingga berbahaya bagi bayi. Selain itu, pilih juga bouncer dengan alas yang empuk sehingga bayi akan merasa nyaman ketika diletakkan di tempat tersebut. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan bouncer untuk bayi ini:

Letakkan pada Bidang Datar

Penggunaan bouncer untuk bayi haruslah diletakkan pada bidang datar, hal ini untuk menjaga keamanan bayi agar bouncer tidak terguling sehingga membahayakan bayi. Jangan meletakkan bouncer di atas kasur, tekstur kasur yang empuk membuat bouncer akan mudah terguling.

Perhatikan Tali Pengaman

Setiap bouncer tentunya dilengkapi dengan tali pengaman untuk menjaga bayi agar tidak mudah terjatuh atau terguling dari bouncer. Oleh karena itu, perhatikan tali pengaman bouncer. Saat memasang tali pengaman, jangan terlalu kencang karea bisa menyakiti bayi, namun jangan pula terlalu longgar karena bisa membuat jari bayi yang banyak bergerak masuk secara tak sengaja hingga akhirnya terjepit. Jangan pula meninggalkan bayi di bouncer tanpa tali pengaman, karena ini sangatlah berbahaya.

Perhatikan Usia dan Berat Badan Bayi

Idealnya, bouncer digunakan untuk bayi berusia maksimal 3 bulan, atau bisa juga digunakan untuk bayi berusia lebih dari 3 bulan dengan berat badan maksimal 12 kilogram. Apabila lebih dari itu, sebaiknya bouncer tak lagi digunakan. Kenapa begitu? Hal ini berkaitan dengan aktifitas bayi yang lebih banyak dan gerakan yang lebih aktif jika sudah berusia lebih dari 3 bulan. Dikhawatirkan bayi akan terguling dari bouncer atau bahkan jatuh bersama bouncernya.

Jangan Meninggalkan Bayi Sendirian

Manfaat bouncer memang untuk meringankan tugas ibu saat menidurkan bayi atau saat ibu ingin melakukan aktifitas lain. Akan tetapi, jangan sekali-kali meninggalkan bayi sendirian di atas bouncer. Meski menggunakan bouncer, ibu tetap harus memberikan pengawasan pada bayi.

Itulah cara memilih dan menggunakan bouncer bayi yang aman dan nyaman. Beragam perlengkapan bayi memang bermanfaat untuk memudahkan ibu mengurus bayi, namun ibu tetap memiliki tanggung jawab besar terhadap kenyamanan serta keamanan bayi.

Be the first to comment on "Tips Memilih dan Menggunakan Bouncer Bayi yang Aman dan Nyaman"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*