Vitamin untuk Ibu Menyusui, Perlukah?

Masa menjadi seorang ibu baru bagi sebagian besar perempuan diisi dengan fase menyusui bayi. Pada masa menyusui ini, tidak hanya terjalin kasih sayang antara ibu dengan bayi, namun juga akan mentransfer nutrisi kepada bayi lewat ASI yang diproduksi ibu. ASI ini mengandung berbagai mineral, vitamin, kalsium, bahkan darah. Nah, karena inilah, seorang ibu menyusui akan sering merasa lelah, pegal, dan capek sekalipun posisi dan cara menyusui yang benar sudah dilakukan. Tidak jarang, justru ibu akan jatuh sakit. Agar terhindar dari kondisi seperti ini, beberapa dokter akan menyarankan ibu untuk mengonsumsi vitamin untuk ibu menyusui. Tetapi, apakah benar vitamin ini diperlukan?

Saat hamil dan menyusui, elemen penting yang tertransfer ke bayi adalah salah satunya kalsium. ASI memang akan mengambil kalsium dari tulang sehingga besar kemungkinan ibu mengalami kekurangan kalsium dan hal inilah yang mebuat cepat lelah setelah menyusui. Tidak jarang, ibu hamil mengalami gigi berlubang dan lebih rentan terjadi osteoporosis. Kemudian, elemen elemen penting lainnya juga diambil melalui peredaran darah ibu. Dua kondisi inilah yang membuat ibu memerlukan suplemen tambahan agar tubuh tetap fit.

Vitamin untuk ibu menyusui yang cukup banyak digunakan adalah Cal95 untuk penambah kalsiumnya dan Emineton untuk penambah darahnya. Namun vitamin ini lebih baik tidak dikonsumsi sembarangan. Tanyakan dan konsultasikan dahulu pada dokter yang biasa merawat ibu untuk dosis dan cara pakainya.

Selain dari mengonsumsi vitamin, wajib hukumnya bagi seorang ibu menyusui untuk mengonsumsi makanan tinggi gizi. Makanan tinggi gizi ini tidak hanya penting untuk ibu, melainkan juga untuk bayi. Tentu saja karena seluruh asupan bayi bergantung atas apa yang ibu konsumsi. Pastikan nutrisi yang masuk mulai dari karbohidrat, serat, lemak, dan protein dalam jumlah yang cukup dan seimbang.

Sebagai tambahan, ibu juga bisa mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu sendiri. Tidak hanya berfungsi untuk itu, vitamin C berfungsi pula untuk melawan radikal bebas. Vitamin C bisa ibu dapatkan baik melalui tablet seperti Vitacimin, C-IPI, atau bisa juga melalui buah buahan alami dan segar. Ada pun buah yang mengandung vitamin C dosis tinggi sebenarnya bukan hanya jeruk, namun juga terdapat dalam papaya, buah berry, anggur, dan jambu biji. Vitamin C ini akan membantu ibu senantiasa terjaga kesehatannya.

Vitamin C juga berperan penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C ini akan membantu merangsang produksi kolagen yang membuat kulit menjadi kencang dan cerah serta mencegah kerusakan kulit lebih lanjut. Selain itu, vitamin C berperan sebagai anti oksidan alami yang mampu memperbaiki sel tubuh yang rusak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ibu menyusui juga rentan terkena anemia. Selain minum suplemen penambah darah, ibu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti sayur bayam contohnya. Namun jangan konsumsi dengan teh atau kopi karena hal tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Terakhir, ibu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E. Vitamin E ini bisa didapatkan melalui kacang kacangan, jagung, pisang, dan sayuran yang berwarna hijau. Seperti halnya vitamin C, mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin E akan berfungsi sebagai anti oksidan alami. Selain itu, vitamin E juga akan membantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadi bekas luka. Selain itu, vitamin E mampu membantu menurunkan stres, menjauhkan dari risiko terkena penyakit kanker, dan membantu menjaga kesehatan kulit.

Referensi : https://review.bukalapak.com/mom/ini-5-cara-menyusui-bayi-yang-benar-saat-payudara-lecet-16725

 

Be the first to comment on "Vitamin untuk Ibu Menyusui, Perlukah?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*