Waspadai Penyakit Bayi Katarak Sejak Dini

Waspadai Penyakit Bayi Katarak Sejak Dini

Penyakit mata Katarak tak hanya diderita oleh orang dewasa saja. Bayi yang baru lahir pun juga tidak luput dari penyakit ini. Katarak yang diidap dari lahir disebut dengan katarak kongenital. Pada bayi yang mengidap katarak kongenital ini menyebabkan penglihatan pada lensa mata bayi terhalang oleh noda yang terlihat seperti kabut. Alhasil, cahaya yang akan masuk ke mata menjadi terhalang hingga menyebabkan kebutaan pada bayi.

Waspadai Penyakit Bayi Katarak Sejak Dini

Katarak kongenital dapat terjadi pada kedua mata atau hanya pada salah satu mata. Penyebabnya pun beragam. Ada yang disebabkan karena genetik atau bahkan infeksi selama kehamilan. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk mengenali katarak kongenital ini.

Penyebab Katarak Pada Bayi

Seperti yang telah disinggung di atas jika penyebab bayi katarak yang baru lahir itu beragam dan tidak ditemukan pastinya. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab katarak pada yang bisa dipastikan. Pertama adalah pengaruh dari genetik. Katarak kongenital bisa terjadi karena gen tidak sempurna yang didapat dari orang tua atau keturunan sebelumnya. Dalam sebuah penelitian, 1 dari 5 anak menderita Katarak kogenital disebabkan oleh anggota keluarganya. Penyakit ini juga bisa disangkut-pautkan dengan kelainan kromosom seperti Down Syndrome.

Penyebab kedua yang bisa saja menyebabkan bayi katarak adalah infeksi selama masa kehamilan. Katarak kogenital disebabkan adanya infeksi seperti campak Jerman (Rubella), cytomegalovirus (CMV), cacar air dan virus herpes simpleks yang menyerang ibu saat masa masa kehamilan.

Kenali Gejala Katarak Pada Bayi

Beberapa gejala yang berhasil terdeteksi pada bayi katarak adalah adanya bintikan putih atau abu-abu yang terlihat berbayang pada bagian pupil mata si kecil, gerakan mata tidak terkontrol, bola mata bayi yang bergerak kea rah yang berbeda atau lebih dikenal dengan istilah juling dan gejala yang paling mudah dikenali adalah bayi tidak merespon kondisi visual di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, gejala bayi katarak juga bisa dideteksi dengan hasil foto pada kamera biasa. Biasanya pada gambar yang terambil, pada bagian mata jika terkena lampu kamera (flash) akan memunculkan bintik merah, namun pada mata bayi yang menderita katarak kongenital bintik tersebut akan terlihat di kedua bola matanya.

Baca juga: Inilah Cara Penanganan Bayi Sakit Perut Secara Cepat dan Tepat

Mengatasi Katarak Kongenital Pada Bayi

Mediagnosis katarak kongenital diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter. Jika terdeteksi bayi mengalami katarak yang parah, maka diperlukan tindakan operasi. Dalam proses operasi, dokter akan melakukan pembiusan secara penuh lalu memecah lensa dengan menggunakan sayatan paling tipis. Selain itu, pilihan lainnya yang bisa ditempuh adalah memakaikan bayi lensa buatan intraocular yang nantinya akan dimasukkan ke dalam bol mata. Sayangnya, penggunaan lensa buatan ini bisa berisiko mengalami komplikasi yang lebih besar.

Be the first to comment on "Waspadai Penyakit Bayi Katarak Sejak Dini"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*